Selasa, 29 Maret 2011

Direct & Indirect speech

DIRECT AND INDIRECT SPEECH

Kalimat Langsung Dan Kalimat Tak Langsung

Bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya, ini disebut direct speech (kalimat langsung). Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus ditandai dengan (tanda baca) koma.

Bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya ini disebut indirect speech (kalimat tidak langsung). Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.

Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan atas bentuk waktu reporting verb.

Dua cara perubahan bentuk waktu pada reported speech :

Peraturan I

Kalau reporting verb itu past tense, bentuk waktu kata kerja dalam reported speech itu harus diubah ke dalam salah satu dari empat bentuk past tense.

Direct Speech - Indirect Speech

Simple present - menjadi - Simple past

He said ” The woman comes “ He said that the woman came


Dari contoh di atas dapat disimpulkan perubahan untuk bentuk waktu dari reported speech sebagai berikut :
Direct Speech

Simple present

Present continuous

Present perfect

Present perfect continuous

Simple past

Past continuous

Future

Present


Indirect Speech

Simple past

Past continuous

Past perfect

Past perfect continuous

Past perfect

Past perfect continuous

Past

Past




Kekecualian :

Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi

kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam

bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanmya, contoh :


Direct Speech - Indirect Speech

He said, “The sun rises in the east” - He said that the sun rises in the east


Dalam reported speech, bila present tense diubah ke dalam past tense dengan peraturan I, kata sifat, kata kerja atau kata keterangan umumnya diubah:


Direct Speech

this = ini

these = ini

come = datang

here = di sini, ke sini

hence = dari sini

hither = ke tempat ini

ago = yang lalu

now = sekarang

today = hari ini

tomorrow = besok

yesterday = kemarin

last night = tadi malam

next week = minggu depan

thus = begini


contoh :

He said, “I will come here”.


Indirect Speech

that = itu

those = itu

go = pergi

there = di sana, ke sana

thence = dari sana

thither = ke tempat itu

before = lebih dahulu

then = pada waktu itu

that day = hari itu

next day = hari berikutnya

the previous day = sehari sebelumnya

the previous night = semalam sebelumnya

the following week = minggu berikutnya

so = begitu



He said that he would go there




Akan tetapi kalau this, here, now dan sebagainya menunjukan pada benda, tempat atau waktu ketika berbicara, maka tidak dilakukan perubahan.


Agus said, “This is my pen”. - Agus said that this was his pen

(ketika berbicara pena berada di tangan pembicara)


Peraturan II

1) Bila reported speech kalimat berita

Dengan peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapan saja ini terjadi, bentuk waktu dari kata kerja dalam reported speech tidak diubah sama sekali dalam mengubah direct menjadi indirect speech.


Reporting verb - Reported speech

Present tense - Any tense (bentuk waktu apapun)


Direct : She says to her friend, ” I have been writing “.

Indirect : She says to her friend that he has been writing. (tidak berubah)


Direct : She has told you, ” I am reading “.

Indirect : She has told you that he is reading. (tidak berubah)


Direct : She will say, ” You have done wrongly “.

Indirect : She will tell you that you have done wrongly. (tidak berubah)


Direct : She will say,” The boy wasn’t lazy “.

Indirect : She will tell them that the boy wasn’t lazy. (tidak berubah)


2) Bila reported speech merupakan kalimat tanya

a) Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata tanya dan mengubah tenses jika pertanyaannya dimulai dengan kata tanya diberitakan.
Direct

He said to me, “Where are you going?”

He said to me, “What are you doing?”
Indirect

He asked me where I was going

He inquired of me what I was doing





b) Dengan menggunakan if atau whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengubah tenses, jika pertanyaannya dimulai dengan kata kerja diberitakan :


Direct

He said to me, “Are you going

away today?”

He asked me , “can you come along?”
Indirect

He asked me whether I was

going away that day.

He asked me if I could come along.



3) Kalimat perintah (imperative sentences)

Bila reported speech merupakan kalimat perintah, reporting verb say atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang menandakan :

· command (perintah), misalnya ordered, commanded, dsb yang berarti menyuruh, memerintahkan.

· precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.

· request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.

· entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).

· prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.


Dalam perubahannya dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, modus imperatif harus diganti dengan infinitif. Tegasnya, reported verb (kata kerja yang diberitakan atau kata kerja dalam reported speech) harus diubah menjadi infinitive with to.


a) Command :

Direct: He said to his servant, “Go away at once!”

Indirect:He ordered his servant to go away at once


b) Precept :

Direct: She said to her son, “Study hard!”

Indirect: He advised her son to study hard


c) Request :

Direct: He said to his friend, “Please lend me your pen!”

Indirect: He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil


d) Entreaty :

Direct: He said to his master, “Pardon me, sir”

Indirect: He begged his master to pardon him.


e) Prohibition :

Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”

Indirect: She forbade her daughter to go there


Kalau reporting verb say atau tell diubah menjadi reported verb ask, order, command dsb (tapi jika bukan forbid), predikatnya diubah ke dalam infinitive with to yang didahului oleh not atau no + infinitive with to.

Direct: She said to her daughter, “Don’t go there”

Indirect: She asked herdaughter not to go there.


4) Kalimat seru (exclamatory sentences)

Bilamana reported speech terdiri dari kalimat seru atau kalimat optatif, reporting verb say

atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang semacam itu seperti exclaim, cry out,

pray dsb.


a) Exclamatory sentences

Direct: He said, “Hurrah! My old friend has come”

Indirect: He exclaimed with joy that his old friend had come.


b) Optative sentences (kalimat yang menyatakan harapan, pujian, dsb)

Direct: He said, “God bless you, my dear son “

Indirect: He prayed that God would bless his dear son

sumber ; http://englishtutorial.co.cc/?p=15

Sabtu, 26 Februari 2011

sweet as revenge-potret kehampaan

Dan,
Semua telah hilang... potret kehampaan
Apa yang kutakutkan kini menjadi nyata
Tersisa hanyalah
Sesal tak habisnya
Kebodohan yang memaksa
Membuatku nista

Namun percuma meyakinkanmu
Kau memutarkan fakta
Pengorbanan tak lagi berarti
Hancurkan

Telah kucoba dengar, semua hanya alasan
Terpuruk dalam pedihku yakin
Kau kembali dengannya
Kulenyapkan semua, puisi omong kosongmu
Menorehkan tinta penuh duka
Kini ku tak berdaya

Hanya menunggu harapan yang sirna
Menanti asa yang tak kunjung tiba
Membuat cerita berakhir nestapa
Muakku adalah goresan hatiku

Deritaku tak ada habisnya
Kan kubawa hingga semanis pembalasanku... nanti
Tiada bicara
Aroganmu meronta
Terdiamku, setengah mati

Namun percuma meyakinkanmu
Kau memutarkan fakta
Pengorbanan tak lagi berarti
Hancurkan

Telah kucoba dengar, semua hanya alasan
Terpuruk dalam pedihku yakin
Kau kembali dengannya
Kulenyapkan semua, puisi omong kosongmu
Menorehkan tinta penuh duka
Kini ku tak berdaya

Deritaku tak ada habisnya
Kan kubawa hingga semanis pembalasanku... nanti
Tiada bicara
Aroganmu meronta
Terdiamku, setengah mati

Telah kucoba dengar, semua hanya alasan
Terpuruk dalam pedihku yakin
Kau kembali dengannya
Kulenyapkan semua, puisi omong kosongmu
Menorehkan tinta penuh duka
Kini ku tak berdaya

sumber:
Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/sweet_as_revenge/

Senin, 21 Februari 2011

Adverbial Clause

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yakni
menerangkan kata kerja.
Adverbial Clause biasanya diklasifikasikan berdasarkan "arti/maksud" dari Conjunction
(kata penghubung yang mendahuluinya).
Jenis-jenis Adverbial Clause antara lain:
1. Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction
(kata penghubung) seperti after, before, no sooner, while, as, dll.

Contoh:
Shut the door before you go out.
You may begin when(ever) you are ready.
While he was walking home, he saw an accident.
By the time I arrive, Alex will have left.
No sooner had she entered than he gave an order.
2. Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction
seperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll.

Contoh:
They sat down wherever they could find empty seats
The guard stood where he was positioned.
Where there is a will, there is a way.
Where there is poverty, there we find discontent and unrest.
Go where you like.
3. Clause of Contrast (or Concession)

Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yang
saling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata
penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as the
time, dll.

Contoh:
As the time you were sleeping, we were working hard.
Mary wanted to stop, whereas I wanted to go on.
Although it is late, we’ll stay a little longer.
He is very friendly, even if he is a clever student.

sumber;
http://www.scribd.com/doc/18307242/Adverb-Clause

Kamis, 09 Desember 2010

Manusia Dan Harapan

Pada umumnya manusia makhluk yang paling sempurna pasti memiliki harapan dalam menjalani hidupnya
Harapan itu sendiri timbul karena adanya naluri yang berasal dari sifat alamiah manusia yang tidak pernah puas
Harapan itu sendiri menurut saya adalah keinginan atau sesuatu yang belum terwujud,harapan bisa
Diartikan sebagai angan-angan seseorang
Seperti kebanyakan orang saya pun memiliki harapan;
saya berharap suatu saat nanti saya bisa membahagiakan orang tua serta menjadi seseorang yang sukses di dunia bisnis
Dan masih banyak harapan lain yang tidak bisa saya sebutkan
Saya berharap,harapan saya ini akan terwujud di kemudian hari
Jadi kita sebagai manusia jangan pernah berhenti berharap karena harapan adalah hal terpenting
Dalam hidup manusia

Konsep Ilmu Budaya Dasar dan Kemanusiaan

Ilmu budaya dasar sendiri adalah Ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.
Tujuannya yaitu Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal terhadap masalah budaya.

Hal ini sangat penting sekali karena kurangnya pengetahuan budaya dalam ruang lingkup pendidikan di negeri kita ini, baik pada tingkat menengah maupun perguruan tinggi. Dengan adanya ilmu budaya dasar ini, diharapkan kita semua bisa mendapatkan pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia yang bisa kita kembangkan dan melestarikannya.

Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya adalah sebagai berikut :
1. kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman lainnya.
2. proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif terjadinya perubahan sistem dan nilai budaya.
3. kemajuan ilmu dan teknologi juga berpengaruh terhadap budaya, karena teknologi dapat menimbulkan perubahan kondisi dan manusia itu sendiri dan menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya sehingga mereka bingung terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.
4. era globalisasi juga sangat berpengaruh terhadap kebudayaan kita, masuknya kebudayaan luar lebih banyak dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat kota daripada kebudayaan sendiri.
Pelaku kebudayaan itu sendiri adalah manusia, bagaimana mempertahankan dan tetap melestarikan kebudayaan ini. Inilah yang harus ditekankan, sebagai mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa.

From :  http://blogbisn-erwinbesuccess.blogspot.com/2010/12/konsep-ilmu-budaya-dasar-dan.html

Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia disebut sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena mamiliki akal budi, semua orang tahu hal itu. Tapi apakah anda tahu resiko apa yang harus diterima seorang manusia atas “kesempurnaannya”?

Akal budi di berikan Tuhan kepada manusia dengan maksud untuk memberi perbedaan dan keleluasaan atas makhluk ciptaan-Nya yang lain. Akal budi diberikan agar manusia dapat mengolah dan memberdayakan diri dan lingkungannya. Kemampuan inilah yang membuat manusia disebut sempurna. Tapi tahu kah anda bahwa sebenarnya kesempurnaan itu hanya milik Sang Pencipta. Akal budi yang kita miliki sering kali tidak seimbang dan akhirnya justru menjerumuskan kita pada sebuah kesalahan. Ketidak seimbangan antara akal budi ini disebabkan sifat alami manusia yang tidak pernah puas. Manusia cenderung lebih menggunakan akalnya dibanding budinya. Oleh karena itu jika kita tidak mampu mengendalikannya, resiko dari akal budi adalah perbuatan dosa.

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab merupakan salah satu cara untuk mengatasi dan menyelesaikan kesalahan dan dosa yang manusia perbuat. Inilah alasan mengapa Tuhan memberikan Sepasang kelebihan (akal budi) tidak hanya akal saja. Manusia yang berbudi pekerti akan senatiasa mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat. Budipekerti membuat manusia berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu dengan akalnya. Seseorang yang bertanggung jawablah yang dapat dikatakan manusia berbudipekerti.

from :  http://blogbisn-erwinbesuccess.blogspot.com/2010/12/manusia-dan-tanggung-jawab.html

Rabu, 27 Oktober 2010

Sabtu, 17 Juli 2010 , 12:23:00
BOGOR - ARUS globalisasi tanpa batas membuat kebudayaan Sunda mulai dilupakan masyarakat Kota Bogor, terutama pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Untuk membantu mempertahankan kebudayaan warisan nenek moyang, gerbong kepengurusan Paguyuban Pasundan Kota Bogor masa bakti 2010-2015 mulai berjalan. Organisasi yang dipimpin Iyod Sasmita ini dikukuhkan dan dilantik Paguyuban Pasundan Jawa Barat di Balaikota, Kamis (15/7).

Walikota Bogor Diani Budiarto, diwakili Asisten Tata Praja Kota Bogor Ade Syarip Hidayat tak menampik jika era globalisasi kini telah mulai mempengaruhi kebudayaan Sunda. Ia mencontohkan, dalam kehidupan sehari-sehari, warga Kota Bogor kini sudah jarang berbicara menggunakan bahasa Sunda. Bahkan, generasi muda sepertinya sudah mulai tak peduli terhadap budaya Jawa Barat ini.

“Dalam kehidupan sehari-hari, remaja putri saat ini jarang terlihat mengenakan kebaya Sunda yang sebenarnya merupakan ciri khas warisan nenek moyang,” ujarnya. Melihat kenyataan tersebut, sepertinya masyarakat sudah mulai kehilangan tata krama adat budaya leluhurnya. Hal inilah yang mengundang keprihatinan, akibat semakin menipisnya budaya Sunda di sekitar Kota Bogor.

Meski demikian, Ade mengajak warga agar tak berputus asa dan berjuang mempertahankan dan memelihara budaya tersebut. “Paguyuban Pasundan diharapkan dapat merawat, memelihara dan mempertahankan budaya Sunda,” ucapnya.

Ketua Paguyuban Pasundan Jawa Barat H Safei mengatakan, organisasi dapat terus berjaya berkat dukungan serta ketangkasan para pengurus dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan, Paguyuban Pasundan di masing-masing anak cabang dapat dirasakan manfaat dan keberadaannya,” ujar Safei. (luc)
sumber : www.radar-bogor.co.id
pendapat : menurut saya kebudayaan sunda mulai di lupakan karena kurangnya pengalaman pengetahuan pada anak usia dini,juga peran pemerintah yang kurang aktif dalam pensosialisasian kebudayaan tersebut, maka dari itu penanaman pengetahuan tentang kebudayaan tersebut harus di tanamkan sejak usia dini terhadap anak-anak agar saat mereka tumbuh mereka dapat lebih mengapresiasi kebudayaan tersebut