Sabtu, 28 April 2012
keadaan geografis indonesia
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah yang berada di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Letak dan banyaknya pulau di Indonesia akan menjadi kekuatan dan kesempatan. Kekuatan dan kesempatan itu bisa diperoleh jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya dapat diolah dengan baik dan dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Dengan kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional. Dan dengan keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan tersebut dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui sektor industri pariwisata.
Selain kekuatan dan kesempatan Indonesia juga dapat memperoleh kelemahan dan ancaman di bidang ekonomi yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu masih banyaknya sebagian masyarakat Indonesia yang hanya menikmati sedikit kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Selain itu masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.
Indonesia mempunyai iklim tropic basah yang dipengaruhi oleh angin monsoon barat dan monsun timur. Iklim yang dimiliki ini menyebabkan Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan kondisi iklim yang demikian itu menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Dengan demikian diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan tambang dan seperti telah sejarah buktikan, salah satu jenis tambang kita, yakni minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita berani ditetapkan sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ). Meskipun saat ini minyak bumi tidak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara. Selain minyak bumi Indonesia juga memiliki hasil tambang lain seperti biji besi, timah, tembaga, batu bara, gas bumi dan lain-lain.
Wilayah Indonesia yang menempati posisi sangat strategis yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum kemerdekaan-pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi membawa dampak positif bagi kebaikan perekonomian Indonesia. Hal yang perlu dilakukan tentunya mempersiapkan segala sesuatu, seperti sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur lainnya.
sumber ; http://http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/peta-perekonomian-indonesia-keadaan-geografis-indonesia-2
Senin, 02 April 2012
cara memasang power window untuk mobil xenia
cara memasang power window untuk mobil xenia
Sebagai bagian dari mobil sejuta umat, Daihatsu Xenia punya banyak varian, selain sepupunya Toyota Avanza tentunya. Nah, dari berbagai varian yang ada, tentu bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ingin meminang kendaraan. Lantas bagaimana kalau setelah mobil dipakai, ada fitur yang dirasa kurang?
Awalnya memang disebut kompromi, namun tenang, masih bisa diakali kok. Salah satunya fitur power window yang hanya hadir buat Daihatsu Xenia kasta tinggi. Buat yang belum pakai, jangan kecil hati dulu. Karena tuas pemutar buat membuka tutup jendela bisa diganti pakai tombol. Ya, silahkan pilih berbagai peranti power window yang ada di pasaran. Apa saja ragamnya?
ORISINAL ATAU AFTERMARKET?
Inilah nikmatnya punya mobil yang populasinya seabrek. Karena pilihan spare parts maupun aksesori bisa beragam. Bicara power window saja bisa dihitung ada empat pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi kantong.
Misalnya, buat Anda yang perfeksionis dan ingin ubahan pembuka jendela rapi jali bak baru keluar dari showroom. Gampang, tinggal cari komponen orisinal yang memang dipakai varian Xenia yang sudah punya power window. Buat komplitnya, bisa lihat pada boks sidebar di bawah.
![[Image: daihatsuxenia02-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg)
- gir tambahan
![[Image: daihatsuxenia03-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg)
Viola dan Super dipasangkan ke as regulator asli pakai Viola tersedia untuk 2 pintu saja
![[Image: daihatsuxenia04-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.jpg)
Bentuk super mirip Viola tetapi bisa buat empat pintu
![[Image: daihatsuxenia05-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg)
Produk tanpa nama sudah dapat regulator dan motor
Di pasar aftermarket, bursa power window lebih ramai. Seperti ada paket power window universal, bisa buat semua mobil. Salah satunya juga bisa buat Xenia. "Ada merek Viola yang harganya Rp 700 ribu dan Super Rp 1,65 juta," ujar Aeng, pemilik gerai Sumber Motor di Pasar Mobil Kemayoran, Jakpus.
Pada Viola, hanya ada dua motor, sehingga hanya bisa pasang buat dua pintu saja. Misalnya hanya kedua pintu depan. Kaca pintu belakangnya tetap pakai engkol. Memasang peranti ini tergolong mudah, karena dipasangkan pada as pemutar kaca pada regulator asli. Kemudian motornya tinggal diikat di bagian mana pun di pintu.
![[Image: daihatsuxenia06-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.jpg)
Motor mirip dengan orisinal
Mekanisme kerjanya, motor menarik tali sling untuk memutar gigi di ujung alat. Gigi ini punya banyak ragam ukuran untuk menyesuaikan as regulator kaca pada mobil yang akan dipasang. Sedangkan door trim masih pakai aslinya, hanya dipasangi tombol power window yang sudah tersedia pada paketnya.
Power window aftermarket merek Super mirip dengan Viola, tetapi bisa buat empat pintu. Jadi, tombolnya berbeda karena ada satu sakelar sentral berisi empat tombol. Sisanya mirip dengan Viola.
Satu lagi produk aftermarket yang tampak lebih serius. "Tidak ada mereknya, tetapi komplet dengan regulator, nih. Harganya Rp 2.850.000," lanjut Aeng. Pria 42 tahun ini melanjutkan kalau rumah sakelarnya dikemas mirip sandaran tangan pada Toyota Kijang Kapsul.
Pada produk ini, mekanisme pergerakan kaca sudah pakai regulator khusus power window. Maksudnya, tidak seperti Super atau Viola yang tetap mengandalkan regulator asli, kali ini regulator sudah disediakan berikut motornya.
Jadi, regulator baru ini bisa dipasang menggantikan yang lama. Lantas door trim lama tetap dipakai namun disandingkan dengan rumah sakelar baru yang dibentuk seperti sandaran tangan. Mirip peranti orisinal, tetapi terbuat dari bahan fiberglass. Bentuk sakelar pun mirip dengan peranti orisinal. Bagaimana.
Awalnya memang disebut kompromi, namun tenang, masih bisa diakali kok. Salah satunya fitur power window yang hanya hadir buat Daihatsu Xenia kasta tinggi. Buat yang belum pakai, jangan kecil hati dulu. Karena tuas pemutar buat membuka tutup jendela bisa diganti pakai tombol. Ya, silahkan pilih berbagai peranti power window yang ada di pasaran. Apa saja ragamnya?
ORISINAL ATAU AFTERMARKET?
Inilah nikmatnya punya mobil yang populasinya seabrek. Karena pilihan spare parts maupun aksesori bisa beragam. Bicara power window saja bisa dihitung ada empat pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi kantong.
Misalnya, buat Anda yang perfeksionis dan ingin ubahan pembuka jendela rapi jali bak baru keluar dari showroom. Gampang, tinggal cari komponen orisinal yang memang dipakai varian Xenia yang sudah punya power window. Buat komplitnya, bisa lihat pada boks sidebar di bawah.
![[Image: daihatsuxenia02-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg)
- gir tambahan
![[Image: daihatsuxenia03-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg)
Viola dan Super dipasangkan ke as regulator asli pakai Viola tersedia untuk 2 pintu saja
![[Image: daihatsuxenia04-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.jpg)
Bentuk super mirip Viola tetapi bisa buat empat pintu
![[Image: daihatsuxenia05-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg)
Produk tanpa nama sudah dapat regulator dan motor
Di pasar aftermarket, bursa power window lebih ramai. Seperti ada paket power window universal, bisa buat semua mobil. Salah satunya juga bisa buat Xenia. "Ada merek Viola yang harganya Rp 700 ribu dan Super Rp 1,65 juta," ujar Aeng, pemilik gerai Sumber Motor di Pasar Mobil Kemayoran, Jakpus.
Pada Viola, hanya ada dua motor, sehingga hanya bisa pasang buat dua pintu saja. Misalnya hanya kedua pintu depan. Kaca pintu belakangnya tetap pakai engkol. Memasang peranti ini tergolong mudah, karena dipasangkan pada as pemutar kaca pada regulator asli. Kemudian motornya tinggal diikat di bagian mana pun di pintu.
![[Image: daihatsuxenia06-Arseen.jpg]](file:///C:/DOCUME%7E1/Client/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.jpg)
Motor mirip dengan orisinal
Mekanisme kerjanya, motor menarik tali sling untuk memutar gigi di ujung alat. Gigi ini punya banyak ragam ukuran untuk menyesuaikan as regulator kaca pada mobil yang akan dipasang. Sedangkan door trim masih pakai aslinya, hanya dipasangi tombol power window yang sudah tersedia pada paketnya.
Power window aftermarket merek Super mirip dengan Viola, tetapi bisa buat empat pintu. Jadi, tombolnya berbeda karena ada satu sakelar sentral berisi empat tombol. Sisanya mirip dengan Viola.
Satu lagi produk aftermarket yang tampak lebih serius. "Tidak ada mereknya, tetapi komplet dengan regulator, nih. Harganya Rp 2.850.000," lanjut Aeng. Pria 42 tahun ini melanjutkan kalau rumah sakelarnya dikemas mirip sandaran tangan pada Toyota Kijang Kapsul.
Pada produk ini, mekanisme pergerakan kaca sudah pakai regulator khusus power window. Maksudnya, tidak seperti Super atau Viola yang tetap mengandalkan regulator asli, kali ini regulator sudah disediakan berikut motornya.
Jadi, regulator baru ini bisa dipasang menggantikan yang lama. Lantas door trim lama tetap dipakai namun disandingkan dengan rumah sakelar baru yang dibentuk seperti sandaran tangan. Mirip peranti orisinal, tetapi terbuat dari bahan fiberglass. Bentuk sakelar pun mirip dengan peranti orisinal. Bagaimana.
Sumber : http://www.avanzaxenia.org/showthread.php?tid=1204
tulisan tentang manajemem
Manajemen sebagai suatu proses,
A. Fungsi-Fungsi Manajemen
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenaiapa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit.Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakanuntuk mencapai suatu hasil yang diinginkan
Organizing
(organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran
Leading
Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing,
Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberianinspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka relasesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalanmenghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja samayang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemenyang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskansemula.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Nilai-Nilai Masyarakat
Pengaruh Globalisasi Terhadap Perubahan Nilai-Nilai Masyarakat
Globalisasi adalah suatu bentuk keterkaitan ataupun ketergantungan diantara bangsa dan manusia diseluruh dunia melalui berbagai cara seperti perdagangan, perjalanan, pertukaran budaya, sehingga batas-batas di suatu Negara menjadi semakin sempit dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.
Ciri-ciri globalisasi itu sendiri dapat dilihat berikut ini:
1. Perubahan dalam bentuk ruang dan waktu, contohnya saja perkembangan telephone genggam yang saat ini bukan menjadi barang mewah lagi bagi masyarakat Indonesia.
2. Pasar dan produksi internasional, contohnya begitu terbukanya persaingan antar Negara seperti yang dialami oleh Indonesia, yang harus bersaing dengan cina dalam pasar terbuka.
Ciri-ciri globalisasi itu sendiri dapat dilihat berikut ini:
1. Perubahan dalam bentuk ruang dan waktu, contohnya saja perkembangan telephone genggam yang saat ini bukan menjadi barang mewah lagi bagi masyarakat Indonesia.
2. Pasar dan produksi internasional, contohnya begitu terbukanya persaingan antar Negara seperti yang dialami oleh Indonesia, yang harus bersaing dengan cina dalam pasar terbuka.
3. Peningkatan interaksi cultural. Contohnya saja perkembangan fashion di Indonesia yang mengasusmsi dari kebudayaan barat.
4. Meningkatnya masalah bersama. Contohnya saja Inflasi yang belum lama ini melanda Amerika serikat berdampak besar bagi Negara-negara lainnya, seperti Indonesia.
Dampak Globalisasi bagi masyarakat:
1. Dari segi politik, akan menyebarnya nilai-nilai politik kebaratan sehingga masyarakat Indonesia melupakan nilai-nilai luhur yang telah tertanam sebelumnya seperti nilai kekeluargaan dan gotong royong.
2. Dari segi ekonomi, Masyarakat akan mengikuti kebudayaan barat yaitu Konsumtif yang berlebihan terhadap suatu barang tertentu.
3. Dari segi social budaya, Masyarakat menjadi mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan kebudayaan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan westernisasi, serta memudarnya nilai-nilai apresiasi terhadap budaya local dan nilai-nilai agama yang berkembang di masyarakat.
4. Dari segi hukum, pertahanan dan keamanan, Masyarakat sering meniru perilaku buruk dari bangsa barat, seperti pergi ke tempat hiburan malam, mabuk-mabukan, sehingga akan mengganggu keamanan dan hukum bangsa itu sendiri
Sumber; http://seputar-mahasiswa.blogspot.com/2012/03/pengaruh-globalisasi-terhadap-perubaha.html
Minggu, 08 Januari 2012
Ekonomi kerakyatan dan Koperasi
Salah satu gagasan ekonomi yang dalam beberapa waktu belakangan ini cukup banyak
mengundang perhatian adalah mengenai 'ekonomi kerakyatan'. Di tengah-tengah
himpitan krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia, serta maraknya perbincangan
mengenai globalisasi dan globalisme dalam pentas wacana ekonomi-politik dunia,
kehadiran ekonomi kerakyatan dalam pentas wacana ekonomi-politik Indonesia memang
terasa cukup menyegarkan. Akibatya, walau pun penggunaan ungkapan itu dalam
kenyataan sehari-hari cenderung tumpang tindih dengan ungkapan ekonomi rakyat,
ekonomi kerakyatan cenderung dipandang seolah-olah merupakan gagasan baru dalam
pentas ekonomi-polilik di Indonesia.
Kesimpulan seperti itu tentu tidak dapat dibenarkan. Sebab, bila ditelusuri ke belakang,
dengan mudah dapat diketahui bahwa perbincangan mengenai ekonomi kerakyatan
sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum Indonesia memproklamkkan
kemerdekaannya. Pada mulanya adalah Bung Hatta, di tengah-tengah dampak buruk
depresi ekonomi dunia yang tengah melanda Indonesia, yang menulis sebuah artikel
dengan judul Ekonomi Rakyat di harian Daulat Rakyat (Hatta, 1954). Dalam artikel yang
diterbitkan tanggal 20 Nopember 1933 tersebut, Bung Hatta secara jelas mengungkapkan
kegusarannya dalam menyaksikan kemerosotan kondisi ekonoroi rakyat Indonesia di
bawah tindasan pemerintah Hindia Belanda.
Yang dimaksud dengan ekonomi rakyat oleh Bimg Hatta ketika itu tentu tidak lain dari
ekonomi kaum pribumi atau ekonomi penduduk asli Indonesia. Dibandmgkan dengan
ekonomi kaum penjajah yang berada di lapisan atas, dan ekonomi warga timur asing yang
berada di lapisan tengah, ekonomi rakyat Indonesia ketika itu memang sangat jauh
tertinggal. Sedemikian mendalamnya kegusaran Bung Hatta menyaksikan penderitaan
rakyat pada masa itu, meika tahun 1934 beliau kembali menulis sebuah artikel dengan
nada serupa. Judulnya kali ini adalah Ekonomi Rakyat Dalam Bahaya (Hatta, 1954). Dari
judulnya dengan mudah dapat diketahui betapa semakin mendalamnya kegusaran Bung
Hatta menyaksikan kemerosotan ekonomi rakyat Indonesia di bawah tindasan pemerintah Hindia Belanda
Ekonomi kerakyatan sangat berbeda dari neoliberalisme. Neoliberalisme, sebagaimana dikemas oleh ordoliberalisme, adalah sebuah sistem perekonomian yang dibangun di atas tiga prinsip sebagai berikut: (1) tujuan utama ekonomi neoliberal adalah pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar; (2) kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui; dan (3) pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang (Giersch, 1961). Berdasarkan ketiga prinsip tersebut maka peranan negara dalam neoliberalisme dibatasi hanya sebagai pengatur dan penjaga bekerjanya mekanisme pasar. Dalam perkembangannya, sebagaimana dikemas dalam paket Konsensus Washington, peran negara dalam neoliberalisme ditekankan untuk melakukan empat hal sebagai berikut: (1) pelaksanaan kebijakan anggaran ketat, termasuk penghapusan subsidi; (2) liberalisasi sektor keuangan; (3) liberalisasi perdagangan; dan (4) pelaksanaan privatisasi BUMN (Stiglitz, 2002). Sedangkan ekonomi kerakyatan, sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 33 UUD 1945, adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi. Tiga prinsip dasar ekonomi kerakyatan adalah sebagai berikut: (1) perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan; (2) cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; dan (3) bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
mengundang perhatian adalah mengenai 'ekonomi kerakyatan'. Di tengah-tengah
himpitan krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia, serta maraknya perbincangan
mengenai globalisasi dan globalisme dalam pentas wacana ekonomi-politik dunia,
kehadiran ekonomi kerakyatan dalam pentas wacana ekonomi-politik Indonesia memang
terasa cukup menyegarkan. Akibatya, walau pun penggunaan ungkapan itu dalam
kenyataan sehari-hari cenderung tumpang tindih dengan ungkapan ekonomi rakyat,
ekonomi kerakyatan cenderung dipandang seolah-olah merupakan gagasan baru dalam
pentas ekonomi-polilik di Indonesia.
Kesimpulan seperti itu tentu tidak dapat dibenarkan. Sebab, bila ditelusuri ke belakang,
dengan mudah dapat diketahui bahwa perbincangan mengenai ekonomi kerakyatan
sesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum Indonesia memproklamkkan
kemerdekaannya. Pada mulanya adalah Bung Hatta, di tengah-tengah dampak buruk
depresi ekonomi dunia yang tengah melanda Indonesia, yang menulis sebuah artikel
dengan judul Ekonomi Rakyat di harian Daulat Rakyat (Hatta, 1954). Dalam artikel yang
diterbitkan tanggal 20 Nopember 1933 tersebut, Bung Hatta secara jelas mengungkapkan
kegusarannya dalam menyaksikan kemerosotan kondisi ekonoroi rakyat Indonesia di
bawah tindasan pemerintah Hindia Belanda.
Yang dimaksud dengan ekonomi rakyat oleh Bimg Hatta ketika itu tentu tidak lain dari
ekonomi kaum pribumi atau ekonomi penduduk asli Indonesia. Dibandmgkan dengan
ekonomi kaum penjajah yang berada di lapisan atas, dan ekonomi warga timur asing yang
berada di lapisan tengah, ekonomi rakyat Indonesia ketika itu memang sangat jauh
tertinggal. Sedemikian mendalamnya kegusaran Bung Hatta menyaksikan penderitaan
rakyat pada masa itu, meika tahun 1934 beliau kembali menulis sebuah artikel dengan
nada serupa. Judulnya kali ini adalah Ekonomi Rakyat Dalam Bahaya (Hatta, 1954). Dari
judulnya dengan mudah dapat diketahui betapa semakin mendalamnya kegusaran Bung
Hatta menyaksikan kemerosotan ekonomi rakyat Indonesia di bawah tindasan pemerintah Hindia Belanda
Ekonomi kerakyatan sangat berbeda dari neoliberalisme. Neoliberalisme, sebagaimana dikemas oleh ordoliberalisme, adalah sebuah sistem perekonomian yang dibangun di atas tiga prinsip sebagai berikut: (1) tujuan utama ekonomi neoliberal adalah pengembangan kebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar; (2) kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui; dan (3) pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan hasil dari penertiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui penerbitan undang-undang (Giersch, 1961). Berdasarkan ketiga prinsip tersebut maka peranan negara dalam neoliberalisme dibatasi hanya sebagai pengatur dan penjaga bekerjanya mekanisme pasar. Dalam perkembangannya, sebagaimana dikemas dalam paket Konsensus Washington, peran negara dalam neoliberalisme ditekankan untuk melakukan empat hal sebagai berikut: (1) pelaksanaan kebijakan anggaran ketat, termasuk penghapusan subsidi; (2) liberalisasi sektor keuangan; (3) liberalisasi perdagangan; dan (4) pelaksanaan privatisasi BUMN (Stiglitz, 2002). Sedangkan ekonomi kerakyatan, sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 33 UUD 1945, adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi. Tiga prinsip dasar ekonomi kerakyatan adalah sebagai berikut: (1) perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan; (2) cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara; dan (3) bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Koperasi adalah asosiasi [1] orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.
Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
Dari pengertian di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
- Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
- Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko, penyedia agunan, dan lain-lain.
- Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
- Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
sumber: http://berkoperasi.blogspot.com/
http://www.spi.or.id/wp-content/uploads/PDF/001.pdf
http://www.gemari.or.id/file/buku/diskusinusantara5revrisondbaswir.pdf
Minggu, 06 November 2011
mengenal bapak koperasi indonesia
Bapak koperasi di indonesia adalah mohammad hatta beliau lahir pada tanggal 12 agustus 1902 di bukit tinggi
Di kota bukit tinggi beliau di besar kan oleh ibunya, karena pda usia delapan bulan beliau ayah beliau meninggal
Pada tahun 1921 Hatta tiba di Negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging.
Pada tahun 1950-1956 beliau menjadi wakil preside indonesia Sesudah Bung Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, beberapa gelar akademis juga diperolehnya dari berbagai perguruan tinggi. Universitas Padjadjaran di Bandung mengukuhkan Bung Hatta sebagai guru besar dalam ilmu politik perekonomian. Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang memberikan gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Ekonomi. Universitas Indonesia memberikan gelar Doctor Honoris Causa di bidang ilmu hukum. Pidato pengukuhan Bung Hatta berjudul “Menuju Negara Hukum”.
Beliau adalah seorang yang sangat bertanggung jawab dan disiplin itu yang menjadikan ciri khas dari sifat beliau Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung
Masalah koperasi di indonesia
Masalah koperasi di indonesia
Koperasi adalah ekonomi yang didasarkan atas asas kekeluargaan ini telah mengalami perkembangan yang pesat .Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Tetapi mengapa di indonesia koperasi tidak bisa berkembang pesat seperti negara-negara lain di karenakan koperasi di indonesia terbetuk bukan karena kesadaran masyarakatnya melainkan harus ada dukungan dari pemerintah ,tidak seperti negara lain masyarakatnya mempunyai kesadaran sendiri untuk membentuk koperasi yang bertujuan untuk saling membantu dan mensejahterakan sesama anggota,selain itu juga manajemen koperasi di indonesia masih kurang profesional tidak seperti negara-negara lain banyak koperasi di indonesia yang bangkrut karena manajemennya kurang profesiona contohnya pemerintah mengirimkan dana bantuan tetapi dana bantuan tersebut tidak di manfaatkan oleh pengurusnya melainkan dana tersbut di korupsi oleh para pengurusnya
tingkat partisipasi anggota koperasi di indonesia masih sangat rendah di karenakan masyarakat indonesia masih belum mengerti betul tujuan dari koperasi seperti masalah permodalan dan kepemilikan dan masyarakat indonesia pun belum mengerti klo mereka berhak meberi saran dan kritik untuk kemajuan koperasi itu sendiri
Imej koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak orang – orang Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam kemajuan koperasi di indonesia menjadi selain itu Pemerintah di indonesia terlalu memanjakan koperasi yang menyebabkan koperasi tidak maju, Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana bantuan tanpa ada pengawasan . Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan demikian akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing
Langganan:
Postingan (Atom)